Gaji Habis di Ongkos
Penderitaan para guru honor di daerah-daerah terpencil di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) semakin memprihatinkan. Mereka wajib melakukan tugas mengajar hingga ke pelosok daerah dengan mengandalkan gaji mulai Rp200 ribu per bulan hingga Rp500 ribu per bulan. Alhasil, pendapatan sebesar itu justru habis hanya untuk biaya transportasi. Sekretaris Forum Komunikasi Guru Honor (FKGH) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Manuntun Sinaga SPd, kepada METRO, Jumat (25/6), meminta agar pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru-guru honorer di daerah terpencil. Terutama untuk bantuan tunjangan transportasi. “Saat ini, terjadi ketidaksetaraan kesejahteraan antara guru-guru honor di perkotaan dengan para guru honor yang bertugas di daerah terpencil. Kalau guru honor di kota, tentunya masih mencukupi. Sedangkan guru honor di daerah terpencil sering tidak cukup, bahkan habis hanya untuk biaya transportasi,” kata Manuntun Sinaga.
Menurut Manuntun, penghasilan guru honor di Kabupaten Tapanuli Tengah rata-rata hanya sebesar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per bulannya. “Untuk guru di pinggir kota atau di pelosok tidak cukup uang sebesar itu, karena habis untuk biaya transportasi,” katanya.
Ironisnya lagi, kata dia, ada beberapa guru honor yang sampai harus menombok, karena pendapatanya dari sekolah tidak cukup.
Dikatakannya lagi, di daerah terpencil jumlah siswa di sekolah lebih sedikit dari pada di kota. Sehingga dengan minimnya jumlah siswa ini berpengaruh besar kecilnya dana Bantuan Operasional (BOS) dari pemerintah pusat, yang menjadi sumber untuk pembayaaran gaji guru honor. Padahal, kata dia, kewajiban mengajar guru honorer di kota dengan di daerah terpencil tidaklah berbeda. “Ini yang kami anggap sebagai ketimpangan kesejahteraan dan seharusnya pemerintah lebih memberikan perhatiannya kepada para guru honor. Karena jasa-jasa guru honor ini juga berperan untuk membuat anak-anak di desa terpencil bisa belajar,” tukasnya.
Untuk itu, Manuntun berharap agar Pemkab Tapanuli Tengah bersedia memberikan tunjangan transportasi bagi guru honor di desa-desa terpencil di Kabupaten Tapteng.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar